2. Baterai Non-removable (Baterai yang tidak dapat dilepas)
Baterai yang tidak dapat dilepas adalah baterai ponsel yang tidak dapat dilepas. Baterai ini sebenarnya bisa dilepas tetapi membutuhkan alat dan keterampilan khusus. Jika aki jenis ini mati atau rusak, solusi pertama adalah membawanya ke bengkel.
Salah satu keunggulan baterai ponsel ini adalah desainnya yang lebih ramping. Jenis baterai ini sudah umum digunakan pada ponsel-ponsel keluaran terbaru saat ini. Berkat baterai yang dapat dilepas, smartphone ini juga memiliki desain unibody.
Selain itu, salah satu kelebihan handphone dengan baterai ini adalah jika handphone dicuri atau hilang dapat dengan mudah dilacak karena listrik belum terputus, sehingga handphone tidak akan terkirim ke lokasinya. Pencuri dapat melepas baterai yang dapat dilepas untuk mencegah ponsel melacak pergerakan Anda.
3. Nikel Kadmium (NiCd)
Baterai nikel-kadmium (baterai NiCd atau baterai NiCad) adalah baterai isi ulang yang menggunakan nikel oksida hidroksida dan logam kadmium sebagai elektroda. Baterai ini digunakan di ponsel dengan versi lama. Baterai jenis ini sudah tidak digunakan lagi di ponsel masa kini.
Baterai ini merupakan baterai yang masih memiliki memory effect. Efek memori ini mengurangi kapasitas baterai. Alhasil, kualitas baterai ini akan menurun jika tidak diisi. Baterai ini hanya boleh diisi ketika baterai benar-benar kosong. Juga baterai ini terdiri dari beberapa bahan beracun dan berbahaya.
4. Hidrida Logam Nikel (NiMH)
Baterai NiMH merupakan jenis baterai yang sudah tidak digunakan lagi pada ponsel masa kini. Baterai NiMH dapat memiliki kapasitas 2-3 kali lipat dari baterai NiCd berukuran sama, dan kepadatan energinya dapat mendekati baterai lithium-ion.
Baterai ini merupakan versi perbaikan dari baterai nikel kadmium. Meskipun baterai ini masih memiliki efek memori, kapasitasnya jauh lebih tinggi daripada baterai NiCd. Baterai ini juga tidak terbuat dari bahan beracun dan tidak berbahaya bagi alam.
5. Baterai Lithium Ion (Li-Ion)
Baterai lithium banyak digunakan di smartphone karena bobotnya yang ringan dan masa pakai baterai yang baik. Desainnya yang ringan dan kompak adalah salah satu kekuatannya. Baterai Li-ion menyediakan sumber daya berdensitas energi tinggi yang ringan untuk berbagai perangkat.
Li-Ion banyak digunakan karena memiliki banyak kelebihan dibanding material lain seperti Ni-Cd (Nickel-Cadmium). Baterai lithium-ion mempertahankan sebagian besar dayanya bahkan setelah penyimpanan berbulan-bulan. Namun, baterai ini bisa kepanasan bahkan meledak karena terbuat dari bahan yang mudah terbakar.
6. Baterai Litium Polimer (LiPo)
Baterai LiPo menjadi lebih umum dan mirip dengan baterai Li-ion. Namun, baterai ini lebih fleksibel, memungkinkannya digunakan di perangkat yang lebih kecil. Baterai polimer lithium memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi dan jauh lebih ringan.
Baterai polimer litium tidak mengalami efek memori dan menawarkan masa pakai baterai 40 persen lebih lama daripada yang lain. Baterai polimer litium adalah baterai tercanggih di pasaran dan digunakan.
Baterainya terbuat dari plastik, bukan logam, sehingga bisa digunakan di semua smartphone. Namun, ada beberapa kelemahannya, yaitu harganya lebih mahal daripada baterai Li-ion dan sedikit lebih mudah terbakar.
Itulah 6 jenis Baterai HP Terbaik 2023, sebenarnya masih banyak lagi jenis baterai yang belum kami sebutkan. Semoga ini bisa menjadi petunjuk untuk membeli baterai ponsel yang sesuai dengan kapasitasnya.